Public Home > Artikel Musik dan Sound System > Artikel Musik > Keyboard > KEYBOARD RAJA PERALATAN MUSIK

KEYBOARD RAJA PERALATAN MUSIK

Para pemain musik sendiri lebih suka untuk mengelompokkan keyboard ini dalam caranya menghasilkan suara. Ada chordophone dimana dawai-dawai diketuk hingga bergetar dan menimbulkan suara. Ini masuk dalam kelompok piano.
Kemudian aerophone dimana tabung-tabung dilewati udara yang getarannya menghasilkan suara. Didalamnya adalah kelompok Organ.
Terakhir adalah electrophone dimana gelombang listrik digetarkan untuk menghasilkan suara. Instrumen piano elektrik, organ elektrik merupakan contoh.
Kelompok terakhir ini berkembang sangat pesat pada akhir abad 20. Instrumen electrophone ini sekarang bisa menghailkan semua kualitas suara saudara tuanya. Mulai dari piano hingga organ bisa dihasilkan oleh keyboard elektronik yang disebut Synthesizer.

Sejarah Pembuatan
Instrumen keyboard ini sudah ada sejak jaman kuno. Tidak jelas awalnya yang tepat. Dalam tangga nada Barat yang disebut diatonis, tonal terbagi dalam 12 nada. Ada nada penuh dan ada nada semi-tone.
Pada instrumen keyboard kedua kelompok nada ini biasa dibedakan dengan kunci bewarna terang dan untuk semi-tone berwana gelap.
Susunan deret kunci yang chromatic (mencakup 12 nada) muncul di Eropa pada abad ke-14
Pada awal kemunculannya, tuts masih dalam ukuran sangat lebar. Satu tuts bisa beberapa sentimeter lebarnya hingga tidak banyak nada harmony bisa dihasilkan. Baru pada abad ke-16, 200 tahun lamanya, muncul pembakuan lebar tuts.
Satu oktaf sebanyak 12 tuts dibuat totalnya selebar 16.5 cm. Ini artinya nada diatonik bisa dicakup dalam lebar satu tangan hingga musik harmonik bisa dihasilkan. Pada perkembangan ini juga inovasi kunci putih dan hitam diciptakan.
Pada abad 15 diciptakan instrumen musik berdawai dengan dibunyikan melalui petikan, munculah harpsichord. Harpsichord ini terus berkembang pada abad 17 dan 18. Suatu teknik membunyikan dawai kembali dikembangkan dengan alat pukul kecil yang bekerja. Akibatnya pukulan pada tuts kunci bisa dilakukan pelan dan keras. Pelan dalam bahasa Italia adalah piano dan keras adalah forte.
Instrumen inovasi baru itu sangat populer karena volume nada bisa diatur dengan keras lemahnya memanipulasi papan kunci. Nama alat itu pun menjadi pianoforte. Lama kelamaan diringkas menjadi piano. Instrumen keyboard ini yang memungkinkan berkembangnya musik barat dengan spektrum harmony yang bisa dikatakan tidak tetandingi oleh aliran musik lain di bumi. Komposisi orkes simponi berasal dari kemampuan piano menghasilkan nada-nada harmonik.
Keyboard elektronik baru muncul pada abad ke-20. Dipasarkan pertama kali oleh Laurens Hammond di Amerika Serkat 1935. Sejak itu mulai berkembang instrumen yang sekarang ini menjadi rajamnya alat musik. Suara orkes simponi pun dengan puluhan instrumen bisa dihasilkan oleh satu keyboard saja.

Era Synthesizer
Munculnya transistor silikon dengan harga yang murah dan kualitas atas, memudahkan upaya para insinyur untuk mengembangkan instrumen musik penghasil suara. Alat yang ringkas dan dapat menghasilkan suara konvensional seperti suara akustik sebagaimana yang dihasilkan dawai, gendang, atau alat tiup, maupun suara yang tidak lazim seperti suara atonal semacam derit antar logam.
Pada tahun 1962 seorang insinyur Italia Paolo Ketoff mengeluarkan instrumen yang disebut Synket. Alat ini menghasilkan musik eksperimental yang bagi pendengar awam tidak musikal.
2 tahun kemudian di Amerika muncul alat musik yang diciptakan Donald Buchla dan satunya oleh Robert Moog. Alat Donald Buchla tidak menggunakan keyboard sebagai perangkat memainkannya melainkan dengan permukaan yang sensitif terhadap sentuhan. Robert Moog membuat alat yang menggunakan keyboard sebagai perangkat pengolahnya.
Di sisinya pun dipasang alat pengontrol yang konvensional seperti tombol putar untuk mengeraskan dan memelankan suara,maupun untuk mengatur tinggi rendahnya nada yang dihasilkan. Ciptaan Robert Moog ini lebih memudakan penggunaannya untuk mengalunkan musik tradisional dalam tatanan suara baru.
Ketika itu alat ini belum bisa memainkan nada harmonik. Hanya satu-satu nada bisa dimainkan, hingga instrumen ini populer sebagai pembawa melodi pada musik pop.

Era Digital
Baru pada tahun 1980 synthesizer dapat mengeluarkan suara harmonik. Perlatan pertama yang terkenal adalah Yamaha DX-7 yang keluar 1983. Peralatan ini menggunakan pengembangan synthesizer dari zaman Robert Moog dngan Frequently Modulation Synthesis yang dirancang oleh John Chowning dari Stanford University di Palo Alto, California. FM menghasilkan variasi timbre dengan cara mengubah frekuensi suatu gelombang dengan amplitudo gelombang lain yang proporional. Yamaha DX-7 memiliki keyboard lima oktaf.
Kemudian pada tahun berikutnya Casio mengelurkan CZ-101 yang menggunakan baterai untuk tenaganya. Memiliki empat suara dan mengikuti kemampuan synthesizer analog. Harga jual CZ-101 ini hanya seperempat dari harga Yamaha DX-7 hingga popularitas keyboard elektronik menjadi sangat meningkat.
Suara-suara bisa direkam. Hasil rekaman ini berupa gelombang nada yang diterjemahkan sebagai data digital. Data digital ini bisa diolah dan dibunyikan ulang dengan kontrol musikal. Ini yang disebut samplin instrumen. Sampling ini telah menjadi bagian yang umu dalam instrumen keyboard elektronik.
Sampling pertama dikeluarkan pada taun 1970 oleh Fairlight Computer Musical Instrumen (CMI) di Sydney, Australia. Fairlight CMI adalah perangkat komputer umum dengan tambahan perangkat yang dapat merekam dan mengubahnya menjadi data digital (digitize), kemudian menyimpan dan memainkan ulang pada instrumen keyboard.
Kemampuan simpan dan memainkan ulang ini dikembangkan oleh Raymond Kurzweil pada tahun 1984 melalui perangkat yang disebut Kurzweil 250. Pada keyboard itu terdapat kode-kode digital dari suara grand piano, alat musik gesek (string), dan banyak lagi timbre alat musik orkestra. Alat ini selain ditujukan untuk penggunaan pertunjukan juga ditujukan untuk membuat komposisi. Keyboard yang berkembang dengan kemampuan synthesizer polifoni dan sampling disebut workstation musikal.
Pada tahun 1983 beberapa manufaktur instrumen musik bersepakat untuk tata cara menggabungkan berbagai peralatan musik agar bisa bekerja dalam suatu perangkat komputer. Hasilnya adalah Musical Instrumen Digital Interface atau MIDI.
MIDI menjadi cara untuk memerintahkan nada apa yang dimainkan dalam timbre apa, nuansa apa, dan seterusnya. Dengan perangkat komputer dan program yang sesuai maka dapat dilakukan seperti apa yang bisa dikerjakan pada workstation musikal yang canggih.
Sekarang ni dunia perunjukan musik sekuler maupun rohani selalu menyertakan instrumen ringkas keyboard elektronik seperti ini.

This album is empty

Advertise on Fotki
Advertise on Fotki